Pemuridan — Menjadi Murid yang Bertumbuh dan Memuridkan
Oleh: Ps. Tiwi
Pemuridan — Menjadi Murid yang Bertumbuh dan Memuridkan
Pendahuluan
Pemuridan adalah proses mengikuti Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh, belajar hidup seperti Dia, dan membawa orang lain juga mengenal Kristus. Menjadi murid bukan hanya datang ke gereja atau mendengar firman, tetapi mengalami perubahan hidup setiap hari. Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk bertumbuh dan menghasilkan buah bagi Kerajaan-Nya.
1. Pemuridan Dimulai Dengan Mengikut Yesus
Ayat Firman Tuhan
“Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.’”
— Injil Matius 16:24
Penjelasan
Pemuridan dimulai dari keputusan untuk mengikuti Tuhan Yesus. Menjadi murid berarti menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan. Seorang murid belajar taat, percaya, dan hidup sesuai kehendak Tuhan.
Yesus tidak pernah menjanjikan jalan yang mudah. Ada proses menyangkal diri, artinya kita belajar meninggalkan ego, dosa, dan keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Memikul salib berarti tetap setia walaupun menghadapi tantangan, penderitaan, atau pengorbanan.
Banyak orang ingin menerima berkat Tuhan, tetapi tidak semua mau hidup sebagai murid yang taat. Pemuridan menuntut komitmen dan kesetiaan setiap hari.
Aplikasi
Belajar menyediakan waktu pribadi dengan Tuhan setiap hari.
Mulai hidup taat meskipun sulit.
Menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman hidup.
Tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman.
2. Pemuridan Membentuk Karakter Seperti Kristus
Ayat Firman Tuhan
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan.”
— Surat Galatia 5:22
Penjelasan
Tujuan pemuridan bukan sekadar memiliki banyak pengetahuan Alkitab, tetapi mengalami perubahan karakter. Tuhan ingin setiap murid-Nya memiliki hati yang semakin serupa dengan Kristus.
Ketika seseorang hidup dekat dengan Tuhan, Roh Kudus akan bekerja membentuk hidupnya. Orang yang dahulu mudah marah bisa belajar sabar. Orang yang egois belajar mengasihi. Orang yang penuh ketakutan belajar percaya kepada Tuhan.
Perubahan karakter tidak terjadi dalam satu hari, tetapi melalui proses. Tuhan memakai firman, doa, pelayanan, bahkan masalah hidup untuk membentuk kedewasaan rohani kita.
Murid Kristus yang sejati akan terlihat melalui sikap hidupnya sehari-hari.
Aplikasi
Belajar mengampuni orang lain.
Menunjukkan kasih dalam perkataan dan tindakan.
Tetap setia kepada Tuhan dalam keadaan baik maupun sulit.
Meminta Roh Kudus membentuk karakter setiap hari.
3. Pemuridan Harus Menghasilkan Murid Baru
Ayat Firman Tuhan
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
— Injil Matius 28:19
Penjelasan
Pemuridan tidak berhenti pada diri sendiri. Tuhan ingin setiap murid juga memuridkan orang lain. Amanat Agung adalah panggilan bagi semua orang percaya.
Memuridkan bukan hanya berkhotbah di mimbar. Kita bisa memuridkan melalui teladan hidup, menguatkan teman, mengajak orang beribadah, membimbing dalam firman Tuhan, dan mendoakan mereka.
Dunia membutuhkan orang percaya yang menjadi terang dan membawa jiwa kepada Kristus. Ketika kita hidup benar dan penuh kasih, orang lain dapat melihat Kristus melalui hidup kita.
Seorang murid sejati tidak hanya bertumbuh sendiri, tetapi juga membantu orang lain bertumbuh dalam Tuhan.
Aplikasi
Mulai mendoakan teman atau keluarga yang belum mengenal Tuhan.
Berani bersaksi tentang kasih Tuhan.
Mengajak orang lain ikut ibadah atau komsel.
Menjadi teladan yang baik di sekolah, rumah, pekerjaan, dan lingkungan.
Kesimpulan
Pemuridan adalah perjalanan hidup bersama Tuhan. Tuhan memanggil kita untuk:
Mengikut Yesus dengan sungguh-sungguh.
Dibentuk menjadi serupa Kristus.
Memuridkan orang lain bagi Kerajaan Tuhan.
Ketika kita hidup sebagai murid Kristus, hidup kita akan menjadi berkat dan membawa banyak orang semakin dekat kepada Tuhan.
Ayat Penutup
“Dan apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
— Surat 2 Timotius 2:2
Komentar
Posting Komentar