Allah yang Setia dan Adil




Renungan Harian
Oleh: Ps. Ananti Supraptiwi

Allah yang Setia dan Adil

Salah satu aspek inti dari pesan Injil adalah bahwa setiap manusia telah gagal memenuhi standar moral Allah. Kita semua telah berdosa, atau melenceng dari sasaran hidup yang benar. Kita semua telah gagal, berbuat salah, dan bertentangan dengan cara hidup Tuhan.

Dosa memisahkan kita dari hubungan yang benar dengan Tuhan. Tetapi sementara kita terpisah dari Allah, Yesus membuka jalan bagi kita untuk kembali kepada Allah melalui kematian dan kebangkitan-Nya.

Sekarang, kita dapat menjalin hubungan dengan Tuhan lagi. Namun meskipun dosa-dosa kita telah diampuni, kita tidak selalu merasa demikian. Kita sering merasa bersalah dan malu dengan tindakan dosa kita meskipun kita telah diampuni oleh Kristus.

Itulah mengapa 1 Yohanes 1:9 adalah pengingat yang luar biasa: ketika kita mengakui dosa kita kepada Tuhan, Dia setia mengampuni kita. Pengampunan kita bukan berdasarkan kesetiaan kita sendiri—namun berdasarkan kesetiaan Allah. Karena kita tahu Tuhan itu setia dan tidak berdusta, kita bisa percaya bahwa Dia akan mengampuni dan menyucikan kita dari segala sesuatu yang menjauhkan kita dari-Nya.

Ini berarti bahwa kita tidak perlu hidup di bawah beban dosa kita sendiri. Kita benar-benar telah dimerdekakan di dalam Kristus. Pengampunan seharusnya memampukan kita untuk terus hidup benar dan setia bersama Tuhan.

Luangkan waktu sejenak dan bersyukurlah kepada Tuhan yang telah mengampuni dosa-dosa Anda melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Bersyukurlah kepada-Nya bahwa Anda sekarang adalah anak Allah, bebas dari kesalahan masa lalu. Mintalah Dia untuk menguatkan Anda saat Anda berjalan dalam kebenaran tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mensyukuri Berkat Tuhan

Kasih dan Perbuatan

Haus Dan Lapar Akan Firman Tuhan